Pengembangan potensi pariwisata di wilayah pedesaan seringkali menghadapi tantangan yang cukup kompleks, terutama terkait keterbatasan atau kurangnya sumber daya manusia yag terampil dan sadar akan wisata. Penelitian ini mengkaji bagaimana mengoptimalkan potensi pariwisata di Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, melalui implementasi program Orientasi dan Balai Latihan Kerja Pemuda Sadar Wisata. Potensi Alam dan Budaya yang ada di Desa Sumberrejo sangat melimpah, namun dalam pengembangannya belum maksimal akibat kurangnya partisipasi dan pemahaman pemuda lokal dalam sektor pariwisata. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari dengan metode pelaksanaan observasi, wawancara, edukasi, dan pelatihan yang difokuskan untuk kelompok pemuda Karang Taruna Desa Sumberrejo. Edukasi dan pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu: (1) Orientasi Pemuda Sadar Wisata, berupa pemaparan materi oleh mahasiswa KKN 30 UINSA; dan (2) Balai Latihan Kerja Pemuda Sadar Wisata sebagai tindak lanjut orientasi, yang berisi materi lanjutan dan pelatihan kerja di bidang marketing, digitalisasi, dan manajemen pengelolaan wisata oleh mahasiswa KKN, Duta UMKM Jawa Timur, serta tokoh masyarakat yang memahami manajemen pariwisata desa. Edukasi dan pelatihan ini bertujuan memotivasi serta membekali pemuda dengan keterampilan digitalisasi untuk mendukung pengembangan wisata Jumpinang River Tubing dan Kolam Renang Sumber Kemado, sehingga diharapkan mereka mampu meneruskan peran kelompok swadaya masyarakat sebagai perintis, dalam mengelola, menjaga kenyamanan, dan mengembangkan potensi wisata Desa Sumberrejo secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026