Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait pemanfaatan limbah bulu ayam sebagai material insulasi termal yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Kegiatan ini bertempat di Masjid Indonesia Nagoya, Jepang, dengan jumlah partisipan sebanyak 15 orang. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, diperoleh temuan bahwa program edukasi dan pendampingan berjalan secara efektif, yang ditunjukkan oleh peningkatan signifikan tingkat pengetahuan mitra. Hal ini terlihat dari hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test yang menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 76,6%, melampaui indikator ketercapaian yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membuka peluang nyata bagi mitra untuk menerapkan teknologi insulasi termal berbasis limbah bulu ayam dalam konteks penghematan energi, keterjangkauan biaya, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berpotensi untuk dikembangkan dan direplikasi secara lebih luas sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis aset lokal yang mendukung teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026