Abstrak: Keamanan pangan merupakan isu krusial dalam kesehatan masyarakat karena kualitasmakanan yang dikonsumsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh praktik higiene dan sanitasipada proses penyajian serta pengolahan makanan. Di wilayah Banjarmasin Tengah, pedagangmakanan jalanan dan usaha kecil kuliner berkembang pesat, namun banyak praktik yang belummemenuhi standar keamanan pangan seperti penggunaan plastik tidak layak konsumsi,pengolahan makanan tanpa alat pelindung, serta minimnya sanitasi peralatan. Penelitian inibertujuan mengevaluasi pelaksanaan promosi kesehatan lingkungan oleh Puskesmas dalammendukung penerapan praktik keamanan pangan di kalangan pedagang makanan. Metode yangdigunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasilapangan, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas telahmelakukan beberapa upaya seperti sosialisasi, penyuluhan, dan monitoring, tetapipelaksanaannya belum konsisten, belum merata di seluruh wilayah, dan belum disertaidukungan kebijakan daerah yang kuat. Hambatan utama berasal dari keterbatasan tenagasanitarian, minimnya anggaran, serta rendahnya kolaborasi lintas sektor. Meskipun demikian,pedagang menunjukkan respons positif ketika diberikan edukasi yang bersifat aplikatif dan didukung dengan alternatif bahan yang lebih aman. Hasil penelitian ini menegaskan bahwakeberhasilan promosi kesehatan lingkungan memerlukan pendekatan berkelanjutan, dukunganregulasi, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi antarlembaga agar peningkatan praktikkeamanan pangan dapat dicapai secara optimal.
Copyrights © 2026