Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi keberlanjutan kawasan konservasi ikan endemik Tempalak Mirah (Betta burdigala) pasca penetapannya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kabupaten Bangka Selatan. Evaluasi menggunakan pendekatan Rapfish pada lima dimensi yaitu, ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan. Hasilnya menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 59,55–69,84. Hasil Monte Carlo memiliki selisih kecil (1,07–2,22) yang menunjukkan bahwa model stabil dan tidak sensitif terhadap kesalahan acak. Nilai R² tinggi (0,9735–0,9747) memperkuat reliabilitas pemetaan MDS dan stress rendah (0,116–0,118) mengonfirmasi kualitas konfigurasi MDS. Analisis leverage menunjukkan sejumlah atribut sensitif dan berpengaruh terhadap peningkatan status keberlanjutan kawasan konservasi Tempalak Mirah. Nilai rata-rata leverage menunjukkan seluruh aspek memerlukan prioritas pembenahan agar pengelolaan kasawan konservasi tetap adaptif pasca penetapan sebagai KIK. Secara keseluruhan, kawasan konservasi Tempalak Mirah memiliki potensi keberlanjutan yang cukup, namun masih memerlukan dukungan regulasi, kelembagaan, serta pengelolaan ekologi dan sosial yang lebih terintegrasi demi memastikan perlindungan plasma nutfah endemik Bangka Selatan.
Copyrights © 2025