Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Pertanian Tanaman Hortikultura Kabupaten Bangka Selatan dengan Analisisis Quantum Geographic Information System (QGIS) Purnama, Eriko; Firdaus, Luhung Amin; Setiawan, Fahri
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.13097

Abstract

This research aims to map potential agricultural land in South Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province using Quantum Geographical Information System (QGIS). The method used in this research is a descriptive method to analyze and match data on the condition of the study area with land capability class criteria referring to the Decree of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia Number 472/Kpts/RC.040/6/2018 concerning the Location of National Agricultural Areas so that in the development of horticultural crops is not yet optimal. This is also in line with the Decree of the Regent of South Bangka Number: 188.45/237/DPPP/2020 concerning the Determination of Horticultural Areas in South Bangka Regency to accelerate increased production, productivity, added value and exports of agricultural commodities, as well as the welfare of farmers and development of agricultural areas with a whole regional approach. The parameters observed include data on existing and potential horticultural areas. The research results show that the existing recorded commodities with potential consist of avocado, onion, spinach, chili, duku, durian, ginger, guava, guava, orange, kangkong, turmeric, laos, mango, mangosteen, pineapple, jackfruit. , papaya, banana, rambutan, zalacca, mustard greens, sapodilla, non-chili and onion SBS, watermelon, eggplant, cucumber and melon. The following is the total area of existing and potential proposals in South Bangka Regency.
ANALISIS KEBERLANJUTAN KAWASAN KONSERVASI IKAN ENDEMIK TEMPALAK MIRAH (Betta burdigala) PASCA DITETAPKAN SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMUNAL KABUPATEN BANGKA SELATAN Firdaus, Luhung Amin; Anwar, Kasful; Adi, Wahyu
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi keberlanjutan kawasan konservasi ikan endemik Tempalak Mirah (Betta burdigala) pasca penetapannya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kabupaten Bangka Selatan. Evaluasi menggunakan pendekatan Rapfish pada lima dimensi yaitu, ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan. Hasilnya menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 59,55–69,84. Hasil Monte Carlo memiliki selisih kecil (1,07–2,22) yang menunjukkan bahwa model stabil dan tidak sensitif terhadap kesalahan acak. Nilai R² tinggi (0,9735–0,9747) memperkuat reliabilitas pemetaan MDS dan stress rendah (0,116–0,118) mengonfirmasi kualitas konfigurasi MDS. Analisis leverage menunjukkan sejumlah atribut sensitif dan berpengaruh terhadap peningkatan status keberlanjutan kawasan konservasi Tempalak Mirah. Nilai rata-rata leverage menunjukkan seluruh aspek memerlukan prioritas pembenahan agar pengelolaan kasawan konservasi tetap adaptif pasca penetapan sebagai KIK. Secara keseluruhan, kawasan konservasi Tempalak Mirah memiliki potensi keberlanjutan yang cukup, namun masih memerlukan dukungan regulasi, kelembagaan, serta pengelolaan ekologi dan sosial yang lebih terintegrasi demi memastikan perlindungan plasma nutfah endemik Bangka Selatan.