Kekurangan zat besi tetap menjadi masalah kesehatan yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan anak, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi korelasi antara konsentrasi zat besi pada rambut dan stunting pada anak di kawasan Puskesmas Tamalate, Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dengan desain studi cross-sectional. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, yang kemudian dikombinasikan dengan pengisian kuesioner dan data perkembangan anak dari Pre-Screening Developmental Questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang lemah antara kadar zat besi dan pertumbuhan anak yang terhambat (p > 0,5). Konsentrasi zat besi rambut umumnya di atas (<100), dan hasil perkembangan anak (sesuai: 19 sampel (51,4%)), menunjukkan bahwa zat besi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Faktor-faktor lain seperti praktik membesarkan anak yang disertai dengan stimulasi berperan. Kadar zat besi pada rambut diukur menggunakan spektrofotometri dengan metode AAS, dan perkembangan anak dinilai menggunakan prakuesioner. Hasil penelitian ini menekankan perlunya pendekatan komprehensif untuk pencegahan stunting yang tidak hanya mencakup intervensi gizi tetapi juga strategi sosial, kesehatan, dan lingkungan yang lebih luas. Studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan berbagai faktor, termasuk nutrisi, perawatan kesehatan, dan pendidikan, untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak.
Copyrights © 2026