Monitoring volume batubara pada stockpile secara periodik penting untuk menjaga kualitasnya dari dampak oksidasi, pemanasan, dan degradasi. Volume umumnya dihitung menggunakan metode cut and fill dengan bantuin perangkat lunak seperti Surpac dan Minescape. Penelitian ini membandingkan kedua perangkat lunak tersebut untuk menilai kelebihan, kekurangan, dan akurasi dalam perhitungan volume batubara guna menentukan pilihan perangkat lunak yang paling sesuai. Data diperoleh menggunakan Terrestrial Laser Scanner pada stock ROM batubara, lalu diolah dengan Surpac dan Minescape untuk menghitung volume dan mengonversinya ke tonase untuk divalidasi dengan data truck count. Selanjutnya, dilakukan uji akurasi menggunakan uji t-student pada tingkat kepercayaan 90%, 95%, dan 99%.Hasil penelitian ini menunjukkan deviasi tonase Minescape pada ROM 2 W1622, W1722, dan W1822 berturut-turut sebesar 0,00015%, 0,00005%, dan 0,00007%. Sementara Surpac menunjukkan deviasi 0,00042%, 0,00011%, dan 0,00014%. Seluruh deviasi masih dalam batas toleransi ASTM. Pengujian statistik menunjukkan bahwa kedua perangkat lunak dapat dianggap akurat terhadap data truck count.
Copyrights © 2026