Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu masalah besar dalam keselamatan publik di Indonesia yang dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap arti tanda dan rambu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rambu lalu lintas sebagai sistem tanda visual ditampilkan dan dimaknai dalam berita kecelakaan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan data yang diambil dari berbagai portal berita nasional dan lokal periode 2023–2025 yang membahas tentang rambu atau pelanggaran terhadapnya. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi tanda, memahami makna denotatif (fungsi rambu secara langsung), makna konotatif (hubungan dengan nilai sosial seperti disiplin dan kepatuhan), hingga makna mitos (ideologi yang membentuk pandangan tentang lalu lintas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sering memposisikan rambu hanya sebagai elemen pelengkap berita, sehingga maknanya berhenti pada fungsi teknis. Pada tingkat yang lebih dalam, rambu dipersepsikan sebagai simbol lemahnya tanggung jawab institusional dan dianggap hanya sebagai formalitas administratif. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian tentang literasi visual dan semiotika budaya, sedangkan secara praktis menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman terhadap tanda, perancangan rambu yang lebih komunikatif, serta praktik jurnalistik yang menonjolkan makna, bukan sekadar fakta peristiwa.
Copyrights © 2026