Permasalahan utama dalam kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya kapasitas teknis dan kesadaran masyarakat pesisir dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi sumber daya bernilai ekonomi di Kota Tanjungpinang. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan volume sampah, penurunan kualitas lingkungan, dan terbatasnya peluang ekonomi lokal bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kegiatan ini berposisi sebagai model pemberdayaan komunitas berbasis ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan konsep circular economy melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji bekerja sama dengan Komunitas Keluarga Berdaya Sejahtera (KBBS). Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan pelatihan, penyuluhan, demonstrasi lapangan, pendampingan komunitas, serta evaluasi berbasis observasi dan kuesioner pra–pasca kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat, yaitu dari 57% menjadi 89%, serta terbentuknya sistem kerja Bank Sampah KKBS yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Selain menghasilkan inovasi ekonomi kreatif berupa produk ecobrick, pupuk kompos, dan kerajinan tangan berbasis limbah plastik, kegiatan ini juga memperkuat jejaring multipihak antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat lokal. Secara sosial, kegiatan ini menumbuhkan semangat gotong royong, kesadaran ekologis, dan kemandirian ekonomi keluarga pesisir dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Kota Tanjungpinang.
Copyrights © 2026