Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang transparan, akuntabel, dan efektif merupakan prasyarat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Namun, banyak sekolah belum sepenuhnya menerapkan kerangka manajemen keuangan yang terstruktur dalam pengelolaan dana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen keuangan dalam optimalisasi penggunaan dana BOS dan mengidentifikasi bagaimana sistem pengelolaan dana BOS di SMPN 1 Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi kepala sekolah, bendahara, wali kelas, dan perwakilan orang tua peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, & Saldana dengan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen keuangan berperan strategis melalui lima fungsi: perencanaan berbasis RKAS, pelaksanaan sesuai RKAS, penatausahaan transaksi secara rinci, pelaporan berkala kepada Dinas Pendidikan, dan pertanggungjawaban publik. Sistem pengelolaan dana BOS telah mengacu pada delapan SNP dengan prioritas utama pada pengembangan sarana prasarana dan standar proses. Pengelolaan yang terstruktur ini menghasilkan output berupa peningkatan kualitas pembelajaran, pemenuhan fasilitas sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan peningkatan prestasi akademik peserta didik.
Copyrights © 2026