Bambu apus (Gigantochloa apus) merupakan tumbuhan yang berasal dari kawasan Asia tropis keluarga poaceae. Daun bambu apus mengandung bioaktif tinggi flavon, lakton, dan asam fenolat yang memiliki khasiat bagi kesehatan kulit, berpotensi sebagai pelindung kulit dari sengatan sinar matahari dan memberikan efek melembabkan. Selain itu juga terbukti, bersifat antioksidan dan anti mikrobial. Ekstrak daun bambu apus diformulasi menjadi sediaan krim pelembab. Tujuan penelitian ini, mengetahui nilai IC50, memformulasikan ekstrak etanol 70% daun bambu apus menjadi sediaan krim dan mengetahui apakah sediaan krim ekstrak daun bambu apus efektif dapat digunakan untuk pelembab kulit. Metode penelitian ini termasuk rancangan eksperimental. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji efektivitas antioksidan ekstrak,uji kelembaban, uji kesukaan dan uji stabilitas fisik sediaan krim.Hasil penilitian diketahui nilai IC50 ekstrak daun bambu apus sebesar 204,33 ppm. Ekstrak daun bambu apus dapat diformulasikan sebagai sediaan krim dan memiliki aktivitas kelembaban krim terbaik pada formulasi tiga (F3),berdasarkan alat uji kelembaban dengan kenaikan kelembaban kulit sukarelawan meningkat dari rata-rata kelembaban awal 23,3% menjadi 43,6% dengan presentase kenaikan sebesar 20,3%, nilai tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan persyaratan skala nilai kelembaban alat skin moisture analyzer termasuk dalam kulit yang lembab. Kata Kunci : Krim, Pelembab, Daun bambu apus
Copyrights © 2025