Penelitan ini secara khusus membahasa tentang masalah pendidikan di Prosvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara khusus di kecamatan Amarasi Timur. Masalah pendidikan dari tahun ke tahun hingga saat ini masih menjadi perbincangan serius. Meskipun banyak kajian dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan gereja dalam mengatasi dan mengembangkan pendidikan yang bermutu. Namun, kenyataannya masalah ini belum terselesaikan secara final. Melihat realitas masalah pergumulan yang ada. Penulis dalam kajian ini berupaya mengkaji masalah ini dengan berbasis pendidikan kearifan lokal pada budaya nekaf mese di Amarasi Timur. Penelitian ini diselesaikan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta pendekatan etnografi. Upaya dalam pengumpulan data adalah menggunakan literatur, observasi, dan wawancara dengan tiap narasumber yang ada dan wawancara ini sesuai dengan poin yang dubutuhkan dalam penelitian ini sebagai landasan dalam memperkuat penelitian yang dimaksudkan penulis. Hasil penelitian ini kemudian berhasil mewujudnyatakan pemahaman mengenai elemen-elemen nilai kebersamaan, kesatuan hati, tanggung jawab bersama dan nilai simbol adat belis (mahar pernikahan), ekonomi. Budaya ini pun tidak saja hanya dipraktekan dalam urusan adat pernikahan. Lebih dari itu, budaya nekaf mese pun sangat relevan dipraktekan dalam upaya pengembangan pendidikan. Dengan demikia, akhir dari penelitian ini adalah sebagai sebuah instrumen yang menolong pemerintan dan gereja dalam upaya pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di NTT dan secara khusus Amarasi Timur.
Copyrights © 2026