Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLITIK TEOLOGIS: Konsep Pemikiran John Calvin tentang Pemerintahan dan Pelayanan untuk Menilai Masalah Korupsi di Nusa Tenggara Timur Rona, Heber
LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual dan oikumenis Vol. 2 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAMASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70418/qq1mb818

Abstract

This article was written with the aim of reviewing the study of John Calvin's concept of political theology regarding the practical political perception of church officials and specifically state government. This research discussion paper was completed using qualitative research methods by examining the concept of Calvin's thought specifically on government and church services and specifically the state. Therefore, each data is specifically collected by reviewing any literature that is relevant to what is being discussed. This study simply shows that Calvin saw government from two parts, namely the government of the Church (spirituality). Second, from the perspective of the state government (outwardly). From these two views, factors emerge which are influential in carrying out political service practice and in terms of political service practice in state government positions, which then become more of an economic factor which is more politically beneficial for state government officials. This research study and discussion is more specifically aimed at state government officials so that they can reform their understanding of politics correctly and theologically in accordance with what Calvin meant about his political theology in government and ministry.
BUNUH DIRI DARI PERSPEKTIF SOSIAL EMILE DURKHEIM: PERAN GMIT DALAM MENGATASI FENOMENA BUNUH DIRI DI NTT Rona, Heber
Imitatio Christo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Imitatio Christo - Edisi September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63536/imitatiochristo.v1i3.19

Abstract

Realitas masalah bunuh diri dari tahun ke tahun dan hari ke hari selalu menjadi perbincangan yang hangat baik itu dalam konteks dunia, Indonesia dan secara khusus daerah seperti NTT.  Perbincangan mengenai masalah bunuh diri ini kemudian memunculkan berbagai pandangan dan komentar yang beragam hingga sampai pada titik bunuh diri adalah tindakan kehendak bebas. Melihat perdebatan yang terjadi tanpa henti,  penulis melihat tindakan bunuh diri dari perspektif teori Emile Durkheim tentang empat tipe bunuh diri yang ia rumuskan dan juga perspektif bunuh diri pada abad pertama. Upaya yang dilakukan penulis adalah untuk memberi pemahaman bahwa bunuh diri terjadi akibat berbagai faktor yang mempengaruhi seperti maksud Durkheim.  Pendekatan yang penulis gunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan kualitatfi deskriptif berupan studi pustaka dan wawancara. Tujuan penelitian bermaksud menunjukan kepada pembaca dan gereja bahwa masalah bunuh diri terjadi karena ada berbagai faktor yang mempengaruhi. Hasil dari semua ini kemudian bisa membawa kita pada sebuah kesadaran akan masalah ini kemudian tindak membawa stigma negatif yang akan lebih memperkeruh suasana ini untuk tambah parah. Dua konsep antara empat tipe teori bunuh diri dari Durkheim dan perspektif bunuh diri abad pertama didialogkan dengan sebuah harapan bahwa pembaca, masayarakat, pemerintah dan secara khusus gereja bisa melihat kembali sitgma awal mereka dalam melihat masalah bunuh diri dan menolong mereka untuk sama-sama saling merangkul dalam menyelesaikan masalah yang terjadi.
KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT MARTIN SELIGMAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP HIDUP ORANG PERCAYA Rona, Heber
Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v5i2.140

Abstract

Happiness is a fundamental aspect of human life, as everyone longs for a meaningful and joyful existence. However, happiness is often misunderstood as something materialistic or temporary, which in turn produces negative rather than positive impacts. This study aims to examine the concept of happiness as defined by Martin Seligman within the framework of positive psychology, as well as the idea of happiness from the perspective of Christian believers. Using a descriptive qualitative approach through literature review and interviews, this research seeks to identify similarities and differences between the two perspectives. The findings indicate that Seligman’s concept of happiness emphasizes psychological dimensions such as positive emotions, engagement, and meaning in life. In contrast, the believers’ idea of happiness is rooted in a relationship with God and the acceptance of His grace. This comparison provides a more comprehensive understanding of happiness and affirms that integrating positive psychology with faith can help believers respond authentically to the happiness God bestows. Kebahagiaan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia, karena setiap orang senantiasa mendambakan hidup yang bermakna dan penuh sukacita. Namun, tidak jarang kebahagiaan disalahpahami sebagai sesuatu yang bersifat materialistis atau sementara, sehingga justru menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebahagiaan menurut Martin Seligman dalam kerangka psikologi positif serta konsep kebahagiaan menurut orang percaya dalam perspektif iman Kristen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan wawancara, penelitian ini berupaya menemukan persamaan dan perbedaan dari kedua perspektif tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebahagiaan menurut Seligman menekankan pada aspek psikologis seperti emosi positif, keterlibatan, dan makna hidup, sedangkan kebahagiaan menurut orang percaya berakar pada relasi dengan Allah dan penerimaan atas anugerah-Nya. Perbandingan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kebahagiaan, sekaligus menegaskan bahwa integrasi antara psikologi positif dan iman dapat membantu orang percaya merespons kebahagiaan yang dianugerahkan Allah secara autentik.
Budaya Bua Nekaf Di Amarasi Sebagai Upaya Dalam Mendukung Pengembangan Pendidikan Di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Bua Nekaf Culture in Amarasi as an Effort to Support the Development of Education in East Nusa Tenggara Province Rona, Heber
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 1 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i1.209

Abstract

Penelitan ini secara khusus membahasa tentang masalah pendidikan di Prosvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara khusus di kecamatan Amarasi Timur. Masalah pendidikan dari tahun ke tahun hingga saat ini masih menjadi perbincangan serius. Meskipun banyak kajian dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan gereja dalam mengatasi dan mengembangkan pendidikan yang bermutu. Namun, kenyataannya masalah ini belum terselesaikan secara final. Melihat realitas masalah pergumulan yang ada. Penulis dalam kajian ini berupaya mengkaji masalah ini dengan berbasis pendidikan kearifan lokal pada budaya nekaf mese di Amarasi Timur. Penelitian ini diselesaikan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif serta pendekatan etnografi. Upaya dalam pengumpulan data adalah menggunakan literatur, observasi, dan wawancara dengan tiap narasumber yang ada dan wawancara ini sesuai dengan poin yang dubutuhkan dalam penelitian ini sebagai landasan dalam memperkuat penelitian yang dimaksudkan penulis. Hasil penelitian ini kemudian berhasil mewujudnyatakan pemahaman mengenai elemen-elemen nilai kebersamaan, kesatuan hati, tanggung jawab bersama dan nilai simbol adat belis (mahar pernikahan), ekonomi. Budaya ini pun tidak saja hanya dipraktekan dalam urusan adat pernikahan. Lebih dari itu, budaya nekaf mese pun sangat relevan dipraktekan dalam upaya pengembangan pendidikan. Dengan demikia, akhir dari penelitian ini adalah sebagai sebuah instrumen yang menolong pemerintan dan gereja dalam upaya pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di NTT dan secara khusus Amarasi Timur.