Kurangnya kekompakan dan partisipasi pemuda serta pemudi di Dusun Gerumpung, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, disebabkan oleh faktor seperti kesibukan belajar, bekerja di luar daerah, budaya individualisme, dan kurangnya inovasi dalam program organisasi kepemudaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perangkat desa dalam meningkatkan kekompakan masyarakat melalui reformasi kepengurusan organisasi pemuda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perangkat desa dan observasi lapangan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya perangkat desa berhasil membangun kembali organisasi pemuda melalui tahap persiapan koordinasi, musyawarah pemilihan pengurus baru, dan pendampingan berkelanjutan, yang menghasilkan struktur organisasi yang solid, program kerja terpadu (seperti pertemuan rutin, santunan anak yatim, dan peringatan hari besar), serta peningkatan partisipasi sekitar 40 pemuda. Reformasi ini tidak hanya mengatasi pengangguran remaja dan isolasi sosial, tetapi juga memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan masyarakat lokal. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa dan pengawasan berkelanjutan untuk keberlanjutan organisasi kepemudaan.
Copyrights © 2025