Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perempuan dalam film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja dan Yuni karya Kamila Andini melalui pendekatan intertekstual dan teori feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian intertekstual. Data yang diperoleh dari film Penyalin Cahaya dan Yuni yang dianalisis berdasarkan adegan, dialog, dan tokoh perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi adegan yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan kajian intertekstual dan teori feminisme konsep “the Other” dari Simone de Beauvoir. Hasil penelitian dengan jumlah 14 data menunjukkan bahwa kedua film sama-sama menampilkan subordinasi perempuan melalui kekuasaan simbolik, dominasi laki-laki, dan tekanan sosial terhadap perempuan yang menolak tunduk pada norma patriarki. Dalam film Penyalin Cahaya, tokoh Sur mengalami marginalisasi karena berani melawan sistem, sedangkan dalam Yuni, tokoh Yuni ditekan untuk menikah demi menjaga nama baik keluarga. Dapat disimpulkan bahwa film Penyalin Cahaya dan Yuni merepresentasikan perjuangan perempuan untuk mendapatkan otonomi diri dalam struktur sosial yang patriarkal. Kedua film menjadi medium kritik sosial terhadap ketidaksetaraan gender yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2025