Kegiatan produksi gula aren pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Api-Api masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan tungku sebagai sumber panas utama dalam proses pemasakan nira. Kondisi tersebut menimbulkan potensi bahaya bagi pekerja, seperti paparan suhu panas dan risiko luka bakar akibat percikan nira yang sedang dimasak. Selain itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih belum optimal, terutama dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan kurangnya rambu peringatan keselamatan di area produksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya keselamatan kerja melalui edukasi penggunaan APD serta pemasangan rambu peringatan keselamatan kerja pada UMKM gula aren di Desa Api-Api. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahap survei dan identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan edukasi serta pemasangan rambu peringatan keselamatan kerja, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pekerja mulai memahami pentingnya penggunaan APD dalam proses produksi serta lebih waspada terhadap potensi bahaya dipasangnya rambu peringatan di area tungku pemasakan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pekerja terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja pada proses pembuatan gula aren.
Copyrights © 2026