Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 19.000 kasus pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita melalui studi literatur. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, DOAJ, dan ResearchGate, dengan kriteria artikel yang diterbitkan tahun 2020-2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif naratif untuk mengidentifikasi pola hubungan antara imunisasi dasar lengkap dan risiko pneumonia. Hasil kajian menunjukkan bahwa balita dengan imunisasi dasar tidak lengkap memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia dibandingkan balita yang telah menerima imunisasi lengkap, khususnya melalui vaksin DPT, Hib, dan Campak. Efektivitas imunisasi dipengaruhi oleh faktor tambahan seperti status gizi, pemberian vitamin A, pemberian ASI eksklusif, dan kondisi lingkungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pencegahan pneumonia yang bersifat komprehensif, mengintegrasikan pemberian imunisasi lengkap, perbaikan gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan kualitas lingkungan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan dalam pengembangan program intervensi yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk menurunkan kejadian pneumonia pada balita secara efektif..
Copyrights © 2026