Line balancing adalah metode penugasan sejumlah pekerjaan kedalam stasiun-stasiun kerja yang saling berkaitan dalam suatu lintasan produksi untuk meminimumkan ketidakseimbangan waktu antar stasiun kerja. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri garment. Penelitian ini difokuskan pada satu line yang mengerjakan jenis pants, dengan 7 pembagian stasiun kerja. Pada saat proses produksi berlangsung terdapat stasiun kerja yang terjadi kesibukan sehingga mengakibatkan bottleneck, yaitu pada stasiun kerja 6. Dalam penelitian ini digunakan pemecahan masalah dengan metode Ranked Positional Weight (RPW) yaitu memaksimalkan efisiensi dari lintasan produksi yang ada dengan menghasilkan perubahan jumlah stasiun kerja dari 7 stasiun kerja menjadi 6 stasiun kerja. Nilai Idle Time menurun 89 detik dari sebelumnya 190 detik menjadi 176 detik, nilai Balance Delay menurun menjadi 12,71% atau mengalami penurunan sebesar 2,20% dari 14,91%, sedangkan nilai Efisiensi Lintasan produksi meningkat 2,83% menjadi 87,92% dari 85,09%.
Copyrights © 2026