Tulisan ini mengkaji strategi gereja di Indonesia untuk merangkul Generasi Z pada era postmodern yang ditandai relativisme kebenaran dan meningkatnya tantangan kesehatan mental serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif atas referensi terkini. Kajian memfokuskan pada: (1) konteks postmodern; (2) karakteristik, kebutuhan spiritual, dan kesehatan mental Generasi Z; dan (3) rancangan eklesiologis yang relevan serta implikasinya bagi desain gereja dan PAK. Hasil integrasi ini menunjukan perlunya perlunya pergeseran paradigma dari event-based menuju community-based church yang berakar pada Missio Dei-setia pada Injil sekaligus kontekstual bagi bahasa dan budaya Gen Z. Temuan kunci menekankan komunitas yang hangat dan autentik, mentoring yang intensional, ruang aman untuk berdialog tentang isu identitas, gender, relativisme, dan kesehatan mental, serta keterlibatan dalam pelayanan lintas generasi sejak dini. Kesimpulan menunjukan bahwa model smart church, literasi kebenaran, dan apologetika kontekstual yang terintegrasi pada ekologi gereja dan sekolah memperkuat pemuridan berkelanjutan bagi generasi Z.
Copyrights © 2026