Tulisan ini mengkaji strategi gereja di Indonesia untuk merangkul Generasi Z pada era postmodern Penelitian ini bertujuan menganalisis model Pendidikan Agama Kristen (PAK) berbasis inklusif dan dialogis dalam membina sikap toleransi beragama di SDN 11 Kalibata, Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan guru PAK, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAK telah menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap perbedaan, serta praktik dialog antariman dalam kehidupan sekolah. Nilai-nilai tersebut tampak dalam interaksi siswa, kegiatan sekolah, dan sikap saling menghormati dalam menjalankan ibadah. Namun, model pembelajaran yang diterapkan masih bersifat kontekstual dan belum tersusun secara sistematis dalam kerangka kurikulum PAK. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model PAK inklusif-dialogis yang lebih terstruktur secara pedagogis dan teologis agar pembinaan toleransi beragama dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan sejak pendidikan dasar.
Copyrights © 2026