Pendahuluan: Persentase karies gigi di Indonesia masih tergolong tinggi. Penyebab utamanya berasal dari bakteri Streptococcus mutans yang dapat berkembang biak dan berpotensi dalam merusak permukaan gigi. Upaya yang dapat digunakan untuk mencegah hal tersebut, yaitu bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai agen antibakteri, yaitu minyak atsiri daun sirih hitam (Piper betle L var. nigra). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antibakteri minyak atsiri daun sirih hitam (Piper betle L var. nigra) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode: Jenis penelitian berupa true experimental menggunakan uji mikrodilusi. Terdapat 2 kelompok perlakuan meliputi kelompok uji minyak atsiri daun sirih hitam (Piper betle L var. nigra) konsentrasi 4%, 2%, 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125%, 0,0625%, 0,03125%, 0,015625% dan 0,0078125%, 0,00390625 % dan 0,001953125% dan kelompok kontrol positif meliputi eugenol serta kelompok kontrol negatif meliputi DMSO 10%. Hasil: Nilai MIC dari minyak atsiri daun sirih hitam (Piper betle L var. nigra) sebesar 0,5 – 1%. Nilai MBC dari minyak atsiri daun sirih hitam (Piper betle L var. nigra) sebesar 4%. Simpulan: Minyak atsiri daun sirih hitam (Piper betle L var. nigra) konsentrasi 4% memiliki aktivitas antibakteri terbaik terhadap bakteri Streptococcus mutans.
Copyrights © 2026