Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai permasalahan internal, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). UMKM Salmontok sebagai objek penelitian menunjukkan karakteristik pengelolaan usaha yang masih bersifat owner-driven dengan sistem SDM yang belum terstruktur. Kondisi tersebut berpotensi menghambat efektivitas operasional dan pertumbuhan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan manajemen SDM serta merumuskan strategi penguatan SDM pada UMKM Salmontok dalam mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi langsung terhadap aktivitas operasional, serta analisis dokumen internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama SDM UMKM Salmontok bukan terletak pada kualitas individu, melainkan pada ketiadaan struktur organisasi, pembagian peran yang jelas, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja yang terukur. Penerapan struktur organisasi fungsional sederhana, standard operating procedure (SOP), dan key performance indicators (KPI) berbasis jabatan terbukti mampu meningkatkan efektivitas kerja serta mengurangi ketergantungan terhadap pemilik usaha. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan manajemen SDM merupakan faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan UMKM Salmontok secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026