Kepulauan Riau memiliki potensi besar pada sektor kelautan dan perikanan, termasuk hasil laut berupa gonggong yang menjadi ikon daerah. Pengolahan gonggong menimbulkan limbah cangkang yang apabila tidak dikelola dapat mencemari lingkungan. Pemanfaatan limbah cangkang gonggong sebagai bahan penetral pH tanah menawarkan solusi untuk meningkatkan kesuburan lahanpertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Toapaya Utara. Sosialisasi dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta survei pra dan pasca kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi sebagian besar masyarakat belum mengetahui manfaat cangkang gonggong, meskipun seluruh responden memiliki ketertarikan untuk belajar. Setelah sosialisasi, seluruh peserta (100%) menyatakan pengetahuan bertambah, bersikap positif, serta siap mencoba mengolah dan memanfaatkan limbah tersebut di lahan pertanian. Inovasi ini berperan penting dalam mengurangi permasalahan lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026