Publish Date
30 Nov -0001
Tenun Mamasa merupakan warisan budaya tak benda dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, yang memiliki nilai seni tinggi dan menjadi identitas khas masyarakat setempat. Namun, strategi pemasaran yang masih tradisional menyebabkan produk kurang dikenal luas, terutama di kalangan konsumen muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh pengusaha tenun Mamasa dalam mempertahankan keberadaan budaya lokal di tengah persaingan fashion modern. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menemukan bahwa pemasaran yang dilakukan masih bersifat tradisional, dengan promosi sederhana di media sosial, penjualan langsung dan partisipasi pameran. Meski memiliki nilai budaya dan estetika tinggi, produk tenun Mamasa masih terkendala pasokan bahan baku dan fluktuasi harga, sehingga memengaruhi daya saingnya. Perlu adanya inovasi pemasaran digital, jaminan ketersediaan bahan baku, serta pengembangan desain yang lebih mengikuti tren, namun tetap menjaga identitas lokal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat strategi pemasaran tenun Mamasa sekaligus menjaga kelestarian budaya secara berkelanjutan.
Copyrights © 0000