Latar Belakang Syok hipovolemik (hemoragik) yang tidak terkontrol merupakan penyebab mortalitas yang paling sering terjadi pada pasien dengan multipel trauma. Diperkirakan 25% kematian akibat trauma dapat dicegah dengan onset penanganan trauma yang tepat dan intervensi yang tepat untuk menghentikan perdarahan. Laporan Kasus Dilaporkan seorang pasien laki-laki usia 31 tahun, mengalami kecelakaan lalu lintas, terdiagnosis ruptur lien derajat V disertai fraktur humerus sinistra. Pasien dilakukan Tindakan operasi cito splenektomi dan ORIF humerus. Anestesi dilakukan dengan general anesthesia (GA). Operasi berlangsung selama 3.5 jam dengan lama anestesi 4 jam. Durante operasi hemodinamik relatif stabil, dengan perdarahan 1500 mL dan urine output 400 mL. Post operasi pasien dirawat di ICU. Kesimpulan Manajemen perioperatif, yang meliputi: pemilihan farmakologi sebelum operasi, kombinasi terapi cairan, tranfusi darah dan penggunaan vasopresor sangat penting dalam tatalaksana anestesi operasi splenektomi ruptur lien dengan ORIF humerus.
Copyrights © 2026