Fenomena disinformasi di ruang digital telah menimbulkan tantangan baru bagi pendidikan politik di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan perlu memiliki kemampuan literasi kritis agar tidak terjebak dalam polarisasi dan bias informasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan politik berbasis literasi kritis pada mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi dosen, pengelola kegiatan kemahasiswaan, serta mahasiswa aktif yang terlibat dalam organisasi kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan politik di lingkungan kampus dilaksanakan melalui integrasi nilai-nilai kritis dalam kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan literasi digital. Strategi utama meliputi penguatan kurikulum civic education, pelatihan literasi media, dan pembiasaan diskusi politik yang etis dan berbasis data. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk kesadaran politik mahasiswa di tengah maraknya disinformasi politik digital.
Copyrights © 2026