MAJALAH ILMIAH GLOBE
Vol 14, No 2 (2012)

ANALISIS TEMPORAL CURAH HUJAN DALAM SIKLUS MINGGUAN DI SEMARANG, JAWA TENGAH INDONESIA

Hartini, Sri (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Nov 2015

Abstract

Kegiatan antropogenik yang dilakukan oleh manusia selama hari kerja telah menyebabkan berkumpulnya aerosol di udara lebih tinggi dibandingkan pada akhir pekan. Aerosol merupakan partikel di udara yang merupakan salah satu faktor terjadinya kondensasi yang mengubah awan menjadi hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perilaku hujan di daerah tropis pada hari kerja (Senin-Jum’at) dan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu). Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data curah hujan harian selama sepuluh tahun yaitu antara tahun 2000 – 2009 yang dikumpulkan dari 9 stasiun curah hujan di Semarang, Jawa Tengah. Analisis yang dilakukan yaitu menghitung persentase jumlah hari hujan (HH) dan jumlah hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara presentase curah hujan yang terjadi selama hari kerja dan akhir pekan, dengan rata-rata persentase hari hujan tahunan pada hari kerja adalah 31% dan pada akhir pekan 30%. Dalam penelitian ini juga dilakukan pembagian bulan basah dan bulan kering ke dalam 4 kelompok yaitu periode Desember-Januari-Pebruari (DJP), Maret-April-Mei (MAM), Juni-Juli-Agustus (JJA) dan September-Oktober-Nopember (SON). Pola sebaran hari hujan mengikuti pola umum untuk curah hujan di Indonesia yaitu bulan terbasah adalah periode DJP dengan jumlah hari hujan tertinggi 53 HH, dan bulan terkering hanya sebanyak 17 HH yang terjadi pada periode JJA. Pada kasus ini, variasi kondisi geografis seperti perbedaan antara perkotaan dan pedesaan, dan juga dataran rendah dan pegunungan tidak berpengaruh terhadap pola hari terjadinya hujan di wilayah ini.Kata Kunci: Hujan, Hari Kerja, Akhir Pekan, Daerah Tropis ABSTRACTAnthropogenic activities have been done by human along the weekdays has produced aerosol higher than during weekends. The aerosol on air become part of condensation factors of cloud alteration into rain drops. This research aims to investigate whether there is any difference of rain behavior in a tropical area during weekdays (Monday - Friday) and weekends (Saturday - Sunday). This research conducted by analyzing daily rainfall data in ten years period of 2000-2009 that were collected from 9 rainfall stations in Semarang, Central Java and its surrounding area. The analysis is basically to calculate the percentage of rain days comparing to the number of days. The result shows that there is no significant different between the percentage of rain days during weekdays and weekends, with annual average of 32% and 31% respectively. Besides that, the wet and dry months were also classified into 4 classes i.e. December-January-February (DJP), March-April-May (MAM), June-July-August (JJA) and September-October-November (SON) to know the distribution of wet and dry months. The result shows that the pattern follows general figure of Indonesia’s rainfalls with the period of DJP is the wettest months and JJA is the dryest months. The highest rain days during the DJP period was 53 (almost 60%), and the least day rain was 17days (almost 20%) that occurred during the JJA period. In this particular case, the rainfall pattern seems not influenced by the variation geographic condition such as the difference of urban and rural area as well as lowland and highland.Keywords: Rain, Weekdays, Weekends, Tropical Area

Copyrights © 2012