Amoksisilin merupakan antibiotik golongan penisilin yang banyak digunakan dalam terapi infeksi, namun analisisnya dalam sampel biologis menghadapi tantangan karena sifatnya yang mudah terdegradasi serta adanya interferensi matriks kompleks. Kondisi ini menuntut metode analisis yang sensitif, selektif, dan tervalidasi secara komprehensif. Review artikel ini bertujuan untuk membandingkan berbagai metode analisis dan validasi penetapan kadar amoksisilin dalam sampel biologis, serta mengidentifikasi metode paling optimal untuk aplikasi bioanalitik. Kajian dilakukan melalui studi pustaka terhadap artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan tahun 2015-2025. Literatur dipilih berdasarkan kesesuaian topik dengan analisis amoksisilin dalam plasma, serum, urin, atau jaringan biologis. Variabel yang dikaji meliputi teknik preparasi sampel, instrumen analisis, parameter validasi (LOD, LOQ, linearitas, presisi, akurasi), dan hasil penetapan kadar. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk menilai performa tiap metode. Hasil menunjukkan bahwa HPLC-UV dan spektrofotometri masih digunakan, namun keduanya kurang sensitif untuk analisis konsentrasi rendah. Metode berbasis spektrometri massa, terutama LC-MS/MS dan UPLC-MS/MS, memberikan sensitivitas dan selektivitas tertinggi dengan LLOQ hingga 10 ng/mL, linearitas r² > 0,99, serta presisi dan akurasi dalam rentang yang memenuhi standar internasional. Preparasi sampel menggunakan deproteinasi atau SPE terbukti meningkatkan kebersihan matriks dan stabilitas analit. Kesimpulannya, metode spektrometri massa merupakan teknik paling unggul dalam analisis amoksisilin pada sampel biologis.
Copyrights © 2026