Migrain merupakan gangguan neurologis yang ditandai sakit kepala berulang disertai mual, muntah, dan sensitivitas sensorik. Prevalensi di Indonesia mencapai 7-10% pada dewasa, lebih tinggi pada wanita. Pengobatan konvensional dengan analgesik sering menyebabkan efek samping dan ketergantungan, sehingga diperlukan terapi non-farmakologis yang aman. Akupunktur sebagai intervensi komplementer dapat mengurangi nyeri melalui pelepasan opioid endogen dan stimulasi titik akupunktur spesifik, namun bukti penerapannya dalam asuhan keperawatan migrain masih terbatas.Studi kasus deskriptif kualitatif dilakukan pada pasien migrain di Dawan Usadha Klungkung. Intervensi akupunktur diberikan selama 30 menit pada titik Yintang (M-HN-3), Drilling Bamboo (B2), Fengchi (GB20), Jian Jing (GB21), Hegu (LI4), dan Zulinqi (GB41). Metode yang digunnakan berupa data dikumpul melalui wawancara pasien lembar observasi keperawatan, dan pengukuran skala nyeri VAS. Hasil Penelitian Intensitas nyeri migrain menurun signifikan dari skala VAS 8/10 menjadi 6/10 pasca-intervensi. Ketegangan otot dan stres berkurang, dengan peningkatan kenyamanan subjektif tanpa efek samping obat. Simpulan Akupunktur efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk mengelola migrain, mendukung integrasi dalam praktik klinis guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian lanjutan diperlukan untuk evaluasi efektivitas jangka panjang.
Copyrights © 2026