Pengetahuan pangan tradisional Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Bungo berperan penting dalam menjaga keberlanjutan gizi, pengobatan alami, dan identitas budaya. Berbagai pangan lokal seperti asam kemang, gulai terjun, gulai umbut, ketolo, tapai ubi, jerangau, ikan sale, madu sialang, rusip, labu kuning, keladi, tempoyak, bekasam, tebu hitam, dan asam rebung diketahui mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi farmasetik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan biokimia dari makanan tradisional tersebut serta meninjau potensi pemanfaatannya dalam bidang farmasi. Metode yang digunakan berupa eksplorasi... Hasil kajian menunjukkan bahwa pangan fermentasi seperti tempoyak, rusip, dan bekasam kaya bakteri asam laktat dan peptida bioaktif yang berpotensi sebagai probiotik dan antimikroba. Bahan alami seperti jerangau, asam kemang, dan madu sialang mengandung fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiradang. Umbi lokal seperti keladi dan labu kuning juga memiliki potensi sebagai pangan fungsional antidiabetes dan antioksidan. Temuan ini menegaskan bahwa pangan lokal SAD merupakan sumber berharga untuk pengembangan etnofarmasi dan pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026