Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan gel hand sanitizer berbasis ekstrak etanol daun kumis kucing serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium secara in vitro. Sampel penelitian berupa ekstrak etanol daun kumis kucing yang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal dan diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi 7,5% dan 12,5%. Variabel independen adalah konsentrasi ekstrak dalam formulasi gel, sedangkan variabel dependen meliputi karakteristik fisik sediaan dan aktivitas antibakteri. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kumis kucing mengandung senyawa fenolik, alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Formulasi gel dengan konsentrasi 7,5% menghasilkan zona hambat sebesar 7,41–10,27 mm terhadap Staphylococcus aureus, sedangkan konsentrasi 12,5% tidak menunjukkan zona hambat. Seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan gel, kecuali pada parameter daya sebar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gel hand sanitizer dengan ekstrak etanol daun kumis kucing konsentrasi 7,5% memiliki aktivitas antibakteri lemah terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi dikembangkan sebagai pembersih tangan berbahan alami.
Copyrights © 2026