Kegiatan Proses Kredensial dan rekredensial tenaga kesehatan yang dilaksanakan secara berkala (setiap lima tahun) merupakan mekanisme penting dalam menjamin mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan akuntabilitas praktik profesional di rumah sakit. Namun, pelaksanaannya di sebagian besar rumah sakit, baik daerah maupun pusat, masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan inefisiensi administrasi, duplikasi dokumen, keterbatasan transparansi, serta lemahnya mekanisme pemantauan mutu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi sistem SPINALKES (Sistem Penilaian dan Layanan E-Kredensial Tenaga Kesehatan dan Medis) sebagai inovasi kredensial elektronik untuk memperkuat tata kelola kredensial dan rekredensial tenaga kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi proses, telaah dokumen kebijakan, dan wawancara terstruktur terhadap 70 tenaga kesehatan pengguna aktif sistem pada tahun 2025, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPINALKES menurunkan waktu pemrosesan rata-rata sebesar 45%, meningkatkan kelengkapan dokumen hingga 100%, serta memperkuat pemantauan mutu melalui audit trail dan pencatatan Ongoing Professional Practice Evaluation berbasis digital. Sistem ini juga meningkatkan konsistensi penilaian kewenangan klinis lintas profesi serta mendukung kesiapan pemenuhan standar akreditasi rumah sakit dan regulasi nasional. Disimpulkan bahwa SPINALKES efektif dalam memperkuat tata kelola kredensial berbasis digital serta menyediakan model implementatif yang berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan manajemen sumber daya manusia kesehatan di rumah sakit daerah maupun pusat.
Copyrights © 2026