Kejang demam pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan awal di tingkat keluarga sering kali belum optimal, yang mencerminkan keterbatasan pengetahuan orang tua dalam melakukan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman orang tua dengan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada anak kejang demam di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dari anak yang mengalami demam dan/atau kejang demam di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Sampel berjumlah 48 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai pertolongan pertama kejang demam (56,3%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan (p = 0,001) dan usia orang tua (p = 0,000) dengan tingkat pengetahuan, sedangkan pengalaman tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,62). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan usia orang tua berhubungan dengan pengetahuan pertolongan pertama pada anak kejang demam, sementara pengalaman tidak berhubungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan orang tua dalam menangani kejang demam pada anak.
Copyrights © 2026