Bersihan jalan napas tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus dan berpotensi meningkatkan morbiditas serta memperlambat proses pemulihan. Di wilayah Malang, Jawa Timur, gangguan pernapasan pada neonatus masih menjadi tantangan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Teori Model Adaptasi Calista Roy dalam mengoptimalkan respons adaptif neonatus dengan diagnosis keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif melalui fokus pada mode adaptasi fisiologis-fisik (oksigenasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada By. Ny. A yang mengalami neonatal pneumonia di Ruang HCU Ranupani RS Dr. Saiful Anwar, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan proses keperawatan berbasis Teori Adaptasi Roy, termasuk identifikasi stimulus (fokal, kontekstual, residual) dan perancangan intervensi adaptif. Hasil penelitian menunjukkan By. Ny. A mengalami respons maladaptif pada mode fisiologis-fisik, ditandai dengan bersihan jalan napas tidak efektif akibat infeksi paru. Intervensi keperawatan berupa manajemen jalan napas, pemberian terapi oksigen, dan pemantauan status pernapasan berhasil meningkatkan respons adaptif neonatus. Penerapan Teori Adaptasi Calista Roy memberikan kerangka holistik dan terstruktur yang efektif dalam merencanakan dan melaksanakan intervensi keperawatan pada neonatal pneumonia, khususnya dalam memfasilitasi adaptasi fisiologis neonatus, sekaligus memperkuat praktik keperawatan berbasis bukti.
Copyrights © 2026