Flavonoid dikenal sebagai kelompok senyawa fenolik terbesar di alam, yang memiliki aktivitas antioksidan dan potensi farmakologis. Buah jambu kristal mengandung flavonoid yang berfungsi menangkal radikal bebas. Metode fraksinasi memungkinkan pemisahan senyawa berdasarkan tingkat polaritasnya. Dalam proses ini, komponen polar akan terdispersi ke dalam pelarut yang bersifat polar, sedangkan komponen non-polar akan terdispersi ke dalam pelarut yang bersifat non-polar. Penelitian ini berupaya untuk mengkuantifikasi kandungan total flavonoid yang terdapat pada fraksi air, etil asetat, dan n-heksana dari ekstrak etanol buah jambu kristal. Pelaksanaan penelitian ini bersifat eksperimental. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak etanol dari buah jambu kristal. Ekstrak ini selanjutnya menjalani proses fraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair dengan pelarut air, etil asetat, dan n-heksana. Fokus penelitian adalah kuantifikasi kandungan total flavonoid dalam setiap fraksi. Pengukuran kuantitas dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, yang didasarkan pada pembentukan kompleks antara flavonoid dan AlCl₃. Besaran kuantitas dihitung dengan merujuk pada kurva standar kuersetin dan dilaporkan dalam miligram kuersetin per gram (mgQE/g). Temuan riset mengindikasikan bahwa fraksi etil asetat memiliki kandungan total flavonoid paling tinggi, yakni sebesar 115,685 mgQE/g ± 11,04. Fraksi air menempati urutan kedua dengan kandungan 98,43 mgQE/g ± 15,16, sementara fraksi n-heksana menunjukkan kandungan terendah sejumlah 47,64 mgQE/g ± 15,74. Berdasarkan pemaparan hasil, ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi total flavonoid paling signifikan ditemukan dalam pelarut etil asetat, dengan nilai 115,685 mgQE/g.
Copyrights © 2026