Menurut WHO 2023, sekitar 1 dari 10 pasien mengalami cedera dalam perawatan kesehatan, dan lebih dari 3 juta kematian terjadi setiap tahun akibat perawatan yang tidak aman. Selama tahun 2023, dari 3145 RS yang tersebar di 34 kabupaten kota di Indonesia, terjadi 5710 insiden keselamatan pasien (KTD: 5364, sentinel: 346). Insiden KTD terbanyak dilaporkan di bulan Maret 2023, dan insiden sentinel terbanyak dilaporkan di bulan Agustus 2023, dan insiden sentinel terbanyak dilaporkan di bulan Juni 2023. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan terhadap penurunan angka kejadian pasien jatuh di rumah sakit melalui input, process, dan output. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur dari dua belas jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025, yang diperoleh melalui PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci prevensi pasien jatuh DAN manajemen DAN rumah sakit pada jurnal nasional, sedangkan pada jurnal internasional menggunakan kata kunci prevention of patient falls AND management AND hospital. Penelitian menunjukkan bahwa komponen input terdiri dari pengetahuan dan sikap perawat, supervisi kepala ruangan, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Input tersebut akan mempengaruhi proses yang terdiri dari pelatihan interprofesional, pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan pelaksanaan asesmen risiko jatuh secara teratur. Lalu, pada output terdapat peningkatan motivasi perawat dan penurunan insiden jatuh menjadi indikator efektivitas fungsi manajemen Studi ini menunjukkan bahwa melalui input, process, dan output yang baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi sangat penting untuk mencegah pasien jatuh di rumah sakit.
Copyrights © 2026