Karbon organik tanah (KOT) memainkan peranan yang sangat penting dalam siklus karbon global, karena merupakan pole karbon permukaan bumi yang paling besar. Pole karbon tanah merupakan 4,2 kali dari seluruh pole karbon atmosferik dan 5,7 kali pole biotik. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung perubahan penggunaan dan tutupan lahan yang terjadi dalam kurun 2 dekade, antara 1989 dan 2006 dengan mengggunakan citra Landsat 5 TM dan Landsat 7 ETM+, dan mengkuantifikasikan besaran karbon organik di dalam tanah dan untuk memperkirakan keterkaitan antara perubahan karbon organik tanah dan perubahan penggunaan dan tutupan lahan di Kabupaten Bogor selama 2 dekade terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan total luas hutan dan sawah masingmasing 24.975 ha dan 54.406 ha di wilayah penelitian. Perubahan dalam penggunaan lahan telah menghasilkan kehilangan yang mengkhawatirkan terhadap ketersediaan karbon tanah pada wilayah penelitian. Secara rata-rata, konversi hutan dan sawah menjadi ladang dan lahan terbuka/permukiman di Kabupaten Bogor menurunkan total KOT 21,33 % dari 25,99 x 106 ton pada tahun 1989 menjadi 20,44 x 106 ton pada tahun 2006. Kata Kunci: Karbon Organik Tanah, Perubahan Penggunaan Lahan ABSTRACTSoil organic carbon plays an important role in the global carbon cycle, because it is a most amount carbon pole of the earth surface. Soil carbon pole is 4,2 times that of the entire atmospheric carbon pole and 5,7 times of the biotic pole. This study aimed to quantify changes in the land use and land cover occurred in the past two decades between the 1989 and 2006 by using Landsat 5 TM and Landsat 7 ETM+, to quantify the amount of organic carbon in the soil and to estimate the relationship between changes in soil organic carbon and changes in land use and land cover in Bogor during 2 decades. The results showed that the total area of forest and rice fields decline, up to 24.975 ha and 54.406 ha in the study area. Changes in land use have resulted in an alarming loss of soil carbon stocks in the research area. On average, the conversion of forests and rice fields in Bogor Regency decrease 21,33% of total soil organic carbon, from 25,99 x 106 tons in 1989 to 20,44 x 106 tons in 2006.Keywords: Soil Organic Carbon, Landuse Change
Copyrights © 2012