Abstract: This study aims to identify the causal factors and the relationship between speech delay in lower grade elementary school students and parenting styles in Dasan Lekong Village, Sukamulia District, East Lombok. The researcher employed a case study approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and verification. The findings of this study conclude that: (1) The causes of speech delays in students are both internal and external. Internal factors include physical issues such as an students lodged in the throat, and delayed development since the prenatal stage. Meanwhile, external factors include parenting patterns that are not appropriate for the students' needs, such as authoritarian parenting patterns, by the students' parents. (2) The policies implemented by schools for students with speech delays involve adapting school programs to the students’ needs, such as providing special classes after school hours, grouping students with similar difficulties, and delivering instruction tailored to their abilities. Additionally, schools provide learning support through special teachers in different settings outside the classroom. Schools also conduct morning programs such as public speaking to foster and improve students’ speaking skills. (3) Parenting styles are strongly related to students’ speech delays. The parenting style that best supports the development of speaking ability is the democratic style by paying attention to students' needs, such as checking students' health, inviting students to talk and exchange ideas. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan hubungan keterlambatan bicara pada siswa kelas rendah SD Negeri berdasarkan pola asuh orang tua di desa Dasan Lekong kecamatan Sukamulia Lombok Timur. Peneliti menggunakan jenis penelitian pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumen. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa 1) faktor penyebab siswa mengalami terlambat bicara disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari adanya suatu benda yang menyangkut di tenggorokan siswa dan terlambat pertumbuhan yang dialami dari dalam kandungan. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu pola asuh yang kurang tepat untuk diterapkan dengan kebutuhan siswa oleh orang tua siswa seperti pola asuh otoriter. 2) kebijakan yang diterapkan sekolah terhadap siswa terlambat bicara yaitu dengan menyesuaikan program sekolah terhadap kebutuhan siswa. Seperti menyediakan kelas khusus setelah pulang sekolah, mengelompokkan siswa yang mengalami kesulitan yang sama, lalu diberikan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, pendamping belajar dengan guru khusus di tempat yang berbeda atau di luar kelas. Selain itu, setiap sekolah memiliki program setiap pagi seperti berpidato yang dapat mendukung dan meningkatkan kemampuan siswa. 3) pola asuh orang tua sangat berhubungan dengan keterlambatan bicara siswa. Pola asuh yang dapat mendukung kemampuan bicara subjek yaitu pola asuh demokratis dengan memperhatikan kebutuhan siswa seperti memeriksakan kesehatan siswa, mengajak siswa berbicara dan bertukar pikiran.
Copyrights © 2026