Pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan pendekatan penting dalam pembangunan berbasis masyarakat yang menekankan kelestarian lingkungan, distribusi pendapatan yang adil, dan partisipasi masyarakat yang aktif. Kecamatan Nusalaaut yang terletak di Pulau Nusalaaut di Kepulauan Lease terdiri dari tujuh desa pesisir: Abubu, Akoon, Ameth, Leinitu, Nalahia, Sila, dan Titawaai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi perempuan di masyarakat pesisir dan merumuskan strategi penguatan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Nusalaaut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup pengurangan data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) digunakan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kegiatan ekonomi perempuan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi perempuan pesisir belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan modal, ketergantungan pada pembelian barang dari pemasok lain, dan perlunya dukungan pihak ketiga dalam kegiatan perdagangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang lokal sekaligus meminimalkan kelemahan dan ancaman yang ada dalam rangka mendukung pengembangan usaha mikro yang berkelanjutan
Copyrights © 2025