Buffer solutions are a chemistry topic in Grade XI Phase F senior high school that students often find difficult due to their abstract nature and the involvement of acid–base and equilibrium concepts. Interviews with chemistry teachers in two senior high schools in Pasaman Regency and an initial test showed that 85% of 40 students scored below the Minimum Mastery Criteria (80). These difficulties are caused by weak prior knowledge and the limited use of Student Worksheets (LKPD) that are not based on macroscopic, submicroscopic, and symbolic representations or the Problem Based Learning (PBL) model. This study aimed to develop PBL-based LKPD to train students’ critical thinking skills. The research used an Education Design Research (EDR) approach with the Plomp model, limited to the preliminary research and prototyping stages. The results showed that the developed LKPD was valid (0.94292) and very practical, with practicality scores of 94% from teachers and 88% from students. Therefore, the PBL-based LKPD is feasible for chemistry learning. ABSTRAK Larutan penyangga merupakan salah satu materi kimia kelas XI fase F SMA yang bersifat abstrak dan melibatkan konsep asam–basa serta kesetimbangan kimia, sehingga sulit dipahami oleh peserta didik. Hasil wawancara dengan guru kimia di dua SMA Kabupaten Pasaman menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi ini, yang diperkuat oleh hasil tes awal di mana 85% dari 40 peserta didik memperoleh nilai di bawah KKTP (80). Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh lemahnya pengetahuan awal peserta didik serta keterbatasan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang belum memuat representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik serta belum berbasis Problem Based Learning (PBL). Padahal, LKPD berbasis PBL berpotensi melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik yang merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis model PBL pada materi larutan penyangga guna melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik fase F. Penelitian ini menggunakan pendekatan Education Design Research (EDR) dengan model Plomp yang dibatasi sampai tahap preliminary research dan prototyping stage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki nilai validitas sebesar 0,94292 dengan kategori valid. Hasil uji praktikalitas menunjukkan nilai sebesar 94% oleh guru dan 88% oleh peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, LKPD berbasis PBL layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran kimia.
Copyrights © 2026