Kekerasan seksual dalam arti yang lebih luas merupakan perilaku seksual yang tidak diinginkan, remaja sering kali rentan terhadap kekerasan, termasuk kekerasan seksual, karena kurangnya pemahaman tentang hak-hak mereka. Banyak kasus kekerasan seksual saat ini dianggap sebagai hal yang normal karena masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang kekerasan seksual, sehingga mengakibatkan rendahnya perilaku anak dalam melakukan pencegahan terhadap kekerasan seksual untuk dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja dengan perilaku pencegahan kekerasan seksual yang dilakukan di SMPN 5 Tambang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 104 siswa remaja putri SMP menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diperoleh bahwa sebanyak 87 responden (83,7%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dan sebanyak 57 responden (54,8%) memiliki perilaku pencegahan kekerasan seksual yang positif. Hasil Uji Chi-Square diperoleh p-value sebesar 0,042 menandakan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan. Diharapkan adanya program pendidikan di sekolah yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan remaja dalam melindungi diri mereka dari kekerasan seksual.
Copyrights © 2026