Optimalisasi Key Performance Indicators (KPI) pada pembangkit listrik turbin uap sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam industry pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini menerapkan metode Analytic Hieararchy Process (AHP) untuk menentukan bobot relative setiap KPI, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data untuk peningkatan kinerja. Empat KPI krusial dievaluasi melalui perbandingan berpasangan berdasarkan keahlian para pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power output (47,16%) merupakan KPI paling signifikan, diikuti oleh availability factor (38,58%), steam consumption (9,69%), dan capacity factor (4,58%). Nilai consistency ratio (CR) dari seluruh penilaian pakar berada di bawah 0,10, yang menunjukan bahwa hasil AHP tersebut dapat diandalkan.
Copyrights © 2025