Sectio caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan yang membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang dibandingkan persalinan pervaginam, karena adanya kerusakan jaringan serta potensi komplikasi seperti infeksi, anemia, dan nyeri setelah operasi. Asupan nutrisi yang memadai memiliki peranan penting dalam mempercepat proses penyembuhan luka sekaligus memperbaiki kondisi kesehatan ibu pasca SC. Pemanfaatan bahan pangan lokal yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral dapat menjadi alternatif intervensi yang lebih terjangkau, mudah diperoleh, serta berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pemulihan bagi ibu pasca SC melalui optimalisasi nutrisi berbasis bahan pangan lokal guna mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan status gizi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi yang diberikan. Program ini melibatkan 15 ibu nifas pasca SC di wilayah kerja Puskesmas Mapilli. Adapun Pendekatan yang dilaukan adalah berbasis pangan lokal dilakukan melalui empat komponen utama, yaitu edukasi gizi terstruktur, perencanaan menu harian, monitoring luka dan status gizi, serta pelibatan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada ibu nifas pasca SC, yang ditandai dengan kenaikan skor pengetahuan dari 40% menjadi 80% dengan nilai signifikansi p=0,04. Seluruh peserta mampu memahami serta mengaplikasikan materi edukasi yang diberikan, sehingga diharapkan kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan dapat terpenuhi secara optimal. Pemenuhan nutrisi yang baik tidak hanya mendukung pemulihan fisik dan kesejahteraan psikologis ibu, tetapi juga menunjang kualitas produksi ASI bagi bayi. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pelayanan kesehatan ibu di tingkat puskesmas sebagai strategi promotif dan preventif berbasis komunitas yang emmanfaatkan bahan pangan local yang akan lebih terjangkau.
Copyrights © 2025