Masalah dalam penelitian ini adalah daya tahan Atlit Taekwondo SRMA 31 Pekanbaru masih kurang optimal, hal itu terlihat ketika melakukan pertandingan antar dojo, atlet terlihat cepat lelah setelah melakukan serangan terhadap lawan dan setelah mendapat serangan balik dari lawan, sehingga mengakibatkan serangan berikutnya menjadi kurang bertenaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan circuit training terhadap daya tahan Atlit Taekwondo SRMA 31 Pekanbaru. Adapun yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah Atlit Taekwondo SRMA 31 Pekanbaru yang berjumlah 6 orang. Dalam penelitian teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga sampel pada penelitian ini adalah 6 orang Atlit Taekwondo SRMA 31 Pekanbaru. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu pre test dan post test daya tahan dengan menggunakan tes lari 12 menit. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji t. Hasil rata-rata pretest daya tahan atlit Taekwondo SRMA 31 Pekanbaru dengan lari 12 menit yaitu 1966.67meter dan hasil rata-rata posttest daya tahan atlit Taekwondo SRMA 31 Pekanbaru dengan lari 12 menit yaitu 2425.00meter sehingga memberikan perubahan sebesar -458,333. Berdasarkan analisis data yang digunakan menggunakan uji t, diketahui bahwa hasil uji t hitung = 254,296 yang lebih besar dari t tabel = 407,124. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan circuit training yang telah diberikan memberikan dampak positif terhadap daya tahan. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan circuit training terhadap daya tahan atlit Taekwondo SRMA 31 Pekanbaru.
Copyrights © 2026