Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi digital perbankan yang cenderung menonjolkan aspek teknokratis. Iklan Bank Mandiri versi “Solusi Finansial Terbaik untuk #JadiLebihBaik” menjadi penting diteliti dibandingkan iklan bank lain karena keberaniannya menggeser fokus dari sekadar pamer fitur teknologi menuju narasi humanis-religius yang mendalam. Di saat kompetitor fokus pada efisiensi transaksi, iklan ini justru mengonstruksi teknologi sebagai instrumen moral dalam momentum Ramadan. Tujuan penelitian ini adalah membedah makna denotasi, konotasi, dan mitos guna memahami bagaimana teknologi dikonstruksi sebagai solusi kehidupan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes, didukung data dari informan ahli di bidang creative direction, strategic planning, dan video editing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotasi, iklan menampilkan kepraktisan fitur Livin’ by Mandiri. Secara konotasi, iklan merepresentasikan nilai kebajikan dan kepedulian sosial melalui bantuan finansial digital. Mitos yang terbangun adalah inovasi perbankan sebagai kunci kesejahteraan spiritual. Implikasi teoritis penelitian ini memperkaya kajian semiotika pada media digital dengan menunjukkan bahwa teknologi dapat “dimanusiakan” melalui simbol budaya. Secara praktis, temuan ini menyarankan praktisi periklanan untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan emosional guna membangun kedekatan merek di tengah kaku dan dinginnya ekosistem digital.
Copyrights © 2026