Mi telur merupakan salah satu produk pangan yang digemari masyarakat karena praktis, bergizi, dan memiliki cita rasa khas. Proses pengolahannya melibatkan tahap pengeringan (drying) yang sangat menentukan mutu akhir produk, di mana suhu pengeringan berpengaruh terhadap tekstur, warna, gelombang mi. Penelitian ini dilaksanakan melalui praktik lapang selama 1 bulan di PT XYZ dengan tujuan memahami secara langsung proses produksi mi telur, khususnya pada tahap pengeringan, serta menganalisis pengaruh suhu drying terhadap karakteristik produk. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu drying yang sesuai mampu menjaga kekenyalan dan warna mi telur tetap stabil, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tekstur rapuh dan perubahan warna, serta suhu terlalu rendah menghasilkan kadar air tinggi yang menurunkan daya simpan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengaturan suhu drying yang optimal merupakan faktor kunci dalam menghasilkan mi telur berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar industri dan preferensi konsumen.
Copyrights © 2026