Beras analog berbahan dasar Tepung Singkong Modifikasi (Mocaf) memiliki peran strategis dalam upaya diversifikasi pangan nasional. Namun demikian, stabilitas simpan produk ini masih menjadi tantangan utama akibat sifat higroskopis bahan penyusunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara aktivitas air (Aw), isoterm sorpsi lembab (ISL), dan umur simpan beras analog berbasis Mocaf melalui kajian literatur terstruktur terhadap publikasi ilmiah pada periode 2015–2025. Data dikumpulkan dari berbagai basis data ilmiah menggunakan kata kunci yang relevan dan dianalisis secara sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa beras analog berbasis Mocaf umumnya mengikuti pola isoterm sorpsi lembab tipe II, yang ditandai dengan peningkatan tajam kadar air kesetimbangan pada kelembaban relatif lingkungan di atas 70%. Zona kritis aktivitas air teridentifikasi pada kisaran 0,6–0,7, yang berpotensi memicu pertumbuhan mikroba serta penurunan mutu fisik produk. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas dan daya simpan beras analog sangat dipengaruhi oleh pengendalian kadar air awal serta kemampuan sistem pengemasan dalam menghambat perpindahan uap air dari lingkungan. Dengan demikian, karakterisasi aktivitas air (Aw) dan isoterm sorpsi lembab menjadi parameter kunci dalam perancangan sistem pengemasan yang efektif untuk memperpanjang daya simpan beras analog berbasis Mocaf.
Copyrights © 2026