Pendahuluan: Penggunaan gadget pada anak usia dini semakin meningkat, bahkan melebihi satu jam per hari. Durasi yang berlebihan berdampak negatif terhadap menurunnya konsentrasi anak, anak kesulitan dalam kehidupan sosial, gangguan perkembangan otak dan berdampak pada pendidikan dimasa depannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dan pola asuh dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak 5–6 tahun di TK Kartika V-11. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling yaitu pengambilan sampel secara tidak acak sampel sebanyak 35 anak usia 5-6 tahun di TK Kartika V-11. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner durasi penggunaan gadget, kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version dan kuesioner Abbreviated Conners Teacher Rating Scale, dengan analisis Fisher exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan durasi penggunaan gadget terhadap gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak di TK Kartika V-11 dengan nilai p-value 0,015 (nilai p 0,05) dan tidak terdapat hubungan pola asuh terhadap gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak di TK Kartika V-11 dengan nilai p-value 1.000 (nilai p 0,05). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kejadian GPPH, namun pola asuh tidak berkaitan. Meski begitu, penggunaan gadget berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi perkembangan anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pembatasan durasi gadget sesuai dengan usia dan pola asuh orang tua untuk mencegah GPPH pada anak prasekolah.
Copyrights © 2026