Pendahuuan: Program kelas untuk ibu hamil adalah salah satu inisiatif yang diluncurkan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menurunkan kematian ibu di tanah air. Setiap ibu hamil diharuskan mengikuti kelas hamil minimal empat kali dengan materi yang mencakup tanda bahaya persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan pengetahuan dan sikap ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 pasien ibu hamil dari mulai trimester 1, 2 dan 3. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner yang berisi karakteristik responden pengetahuan dan sikap mengenai tanda bahaya kehamilan. Kuesioner ini mengadopsi dari penelitian terdahulu yang sudah diuji validitas dan reabilitas. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukan tidak ada hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan (p value =0,123), dan terdapat hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan sikap ibu mengenai tanda bahaya kehamilan (p value=0,032) di Puskesmas Limbangan Sukabumi Diskusi: Dapat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Terdapat hubungan antara frekuensi kehadiran kelas ibu hamil dengan sikap ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Saran: Kepada tenaga kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan.
Copyrights © 2026