Literasi Bahasa Jawa memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya daerah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal. Namun, perkembangan zaman di dominasi penggunaan bahasa Indonesia serta bahasa asing menyebabkan penggunaan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari anak usia dini semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan literasi Bahasa Jawa sebagai upaya pelestarian budaya Daerah Istimewa Yogyakarta pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia dini TK ABA Bayen kelompok 4-5 tahun, guru kelas, dan kepala sekolah TK ABA Bayen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi Bahasa Jawa dilaksanakan melalui berbagai kegiatan pembelajaran deep learning, Implementasi kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman kosakata Bahasa Jawa, kemampuan menyimak dan berbicara anak, serta menumbuhkan sikap cinta dan bangga terhadap Bahasa Jawa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan literasi Bahasa Jawa sejak usia dini. Penelitian ini menekankan pada pembelajaran dengan pendekatan deep learning yang bermakna (meaningful), mengembangkan kontribusi strategi belajar yang mengaitkan bahasa Jawa dengan pengalaman konkret.
Copyrights © 2026